Oknum ASN Diduga Lakukan Pungli

AspirasiIndo.com, Lampung Timur – Seorang oknum Berinisial T berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas diwilayah Kecamatan Margatiga Kabupaten Lampung Timur, Diduga melakukan pungli dengan dalih untuk membuat Kartu Keluarga (KK) beserta buat Kartu Tanda Penduduk (KTP). Jum’at, (24/02/2023).
Berinisial ESP yang merupakan warga Desa Tanjung Harapan Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur diduga telah menjadi korban Pungutan Liar (Pungli).
Esp menjelaskan kepada media aspirasiIndo.com bahwa pada tahun 2020 yang lalu Esp hendak menganti Kartu Keluarga (KK) baru, karena anaknya sudah menikah.
Kalau sudah menikah kan harus buat kartu keluarga (KK) baru ataupun sendiri, lalu pada saat itu saya meminta kepada keponakan saya untuk membuat kartu keluarga beserta kartu tanda penduduk anak saya yang baru, kemudian keponakan memberitahu kalau mau bikin KK sama KTP yang baru coba datengin aja Inisial T dia selaku pegawai negeri di Kecamatan Margatiga kata keponakan saya, “ucap esp.
Kemudian esp mencoba medatangi Oknum inisial T tersebut untuk minta tolong dibuatkan KK sama KTP anak saya itu, kemudian pada saat itu saya diminta uang sebesar seratus ribu rupiah sebesar Rp.100.000 oleh untuk buat KK dan KTP tersebut. Kata Esp
Setelah tiga hari kemudian tepatnya di sore hari T nelpon saya dan dia minta lagi uang tunai sebesar Rp.400.000 dia bilang nanti sekalian dibuatkan surat nikah anak saya itu, dia bilang sore ini juga duit empat ratus ribu itu harus ada, sedangkan pada saat itu saya benar-benar belum punya uang sama sekali.
“Sebisa mungkin saya berusaha mencari uang itu dan saya pinjam sama teman pada sore itu juga, alhamdulilah saya dapat pinjaman uang yang diminta oleh T sebesar empat ratus ribu rupiah tersebut, “imbuh esp selaku korban.
Terakhir esp selaku korban mengatakan, bahwa benar T pernah memberi saya uang sebesar dua ratus ribu rupiah Rp 200.000, waktu dia ngasih saya uang itu, dia minta imbalan agar supaya saya nyoblos Dawam waktu pilkada, salah satu kandidat pencalonan bupati Lampung timur”. Pungkas Esp
Dihari yang sama tim dari awak media mencoba menemui T yang diduga sebagai pelaku untuk dikonfirmasi atas informasi yang telah disampaikan oleh esp selaku korban pada saat kejadian tersebut.
Terkait prihal tersebut T menerangkan serta mengakui atas perbuatannya, “iya memang benar saya terima uang dari orang itu, tapi saya gak minta dia sendiri yang ngasih ke saya, dan uang yang empat ratus ribu itu bukan saya yang makan uang itu tapi orang Kantor (KUA),” Katanya
“Dan orang yang nyuruh sampean kesini itu saya tau kok, dia kenal deket dengan saya bahkan orang itu pernah saya kasih uang karena saya kasian sama dia, makanya gak saya pulangin uangnya karena dia pernah dateng ke rumah saya ini bawa orang entah saudaranya apa kawannya dan saya gak suka permasalahan saya bawa orang lain, dari situ saya males nemuin dia”. Pungkasnya (Dedi)



